Partai Konservatif Inggris selidiki kebocoran data

London (ANTARA News) – Partai Konservatif Perdana Menteri Inggris Theresa May menyelidiki pembobolan data, yang membiarkan anggota masyarakat memasuki aplikasi telepon saku cerdas sebagai menteri utama pemerintah dan melihat muatan pribadi mereka.

“Setiap pelanggaran adalah pelanggaran berat. Itu sebabnya kami menyelidiki sepenuhnya dan menganggapnya sangat gawat,” kata ketua partai itu, Brandon Lewis, kepada Sky News pada Minggu.

Saat berbicara pada hari pertama pertemuan tahunan partai, ketika aplikasi itu diperkenalkan, Lewis menyatakan pengguna dalam jumlah “terbatas” terkena dampak., demikian Reuters melaporkan.

Pada Sabtu, kolumnis koran “Guardian”, Dawn Foster, menemukan bahwa cacat dalam aplikasi itu memungkinkan pengguna masuk sebagai siapa pun, yang menghadiri pertemuan partai tersebut, cukup dengan memasukkan alamat surat elektronik.

Baca juga: PM Inggris May tunjuk Jeremy Hunt sebagai menlu baru

Lewis menyatakan pelanggaran itu sudah dilaporkan ke Kantor Komisaris Informasi, pengatur data Inggris, dan bahwa celah sudah ditutup dalam 30 menit dari pemberitahuan partai tersebut.

Ketika kerusakan masih terjadi, telepon saku semua orang yang menghadiri pertemuan tersebut, termasuk anggota parlemen, menteri, anggota partai dan wartawan bisa ditembus. Di Twitter, Foster menunjukkan bagaimana ia bisa masuk ke pranata itu sebagai mantan menteri luar negeri Boris Johnson.

Editor: Boyke Soekapdjo/Tia Mutiasari

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018